NU dan Bupati Bicarakan Kesiapan Pesantren Sambut New Normal

NU dan Bupati Bicarakan Kesiapan Pesantren Sambut New Normal

Admin
Sabtu, 06 Juni 2020

Rapat terbatas PCNU, RMI-NU, Bupati Pati dan gugus tugas covid-19 di rumah dinas Bupati Pati. 
PATI-PCNU bersama PC RMI-NU (Rabithah Ma'ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama') Kabupaten Pati dan perwakilan pengelola pesantren berkoordinasi dengan Bupati Pati dan gugus tugas covid-19 terkait kesiapan new normal. Pertemuan terbatas ini dilakukan Jumat (5/6) pagi di rumah dinas Bupati Pati.

Koordinasi ini mengerucut pada kesiapan pesantren yang ada di Pati dalam menghadapi new normal. RMI-NU sebagai lembaga yang menaungi pesantren-pesantren di bawah NU menyatakan perlu adanya konsolidasi dengan pemerintah untuk menyambut para santri yang kembali ke pesantren.

KH. Liwauddin, M.Pd. ketua PC RMI-NU Pati menegaskan bahwa sedikitnya ada 220 pesantren di Kabupaten Pati. Sementara dari jumlah tersebut dihuni oleh lebih dari 25.000 orang santri dari berbagai daerah.

"Permasalahnnya bukan pada kuantitas, tapi lebih pada kesiapan pesantren dalam menerapkan protokol kesehatan ketika menerima santrinya kembali." Ungkap KH. Liwauddin kepada Bupati dan PCNU Pati.

KH. Liwauddin juga menyinggung masalah kebersihan, serta problem lain yang kemungkinan sulit dikendalikan. Ia memisalkan soal social distancing dan physical distancing yang menurutnya akan sulit dikondisikan.

"Santri-santri ini juga berasal dari berbagai daerah yang tidak menutup kemungkinan dari zona merah." Lanjutnya.

Demi menjaga situasi tetap kondusif, hal-hal semacam ini, menurut RMI-NU perlu dibicarakan lebih lanjut dengan pemerintah kabupaten. Sementara itu, Bupati Pati, H. Haryanto, S.H., M.M., M.Si. juga menyikapi serius persoalan ini.

"Kalaupun santri melakukan rapid test dari daerah masing-masing dan terbukti negatif, itu juga belum bisa digunakan sebagai acuan. Soalnya di banyak kasus, rapid-nya negatif, tapi swab test nya positif." Tutur Haryanto.

Menurutnya, jangan sampai kembalinya santri ke masing-masing pesantren menambah data penyebaran covid-19 di Kabupaten Pati. Dengan dalih ini, pihaknya berjanji akan mengadakan rapat tindak lanjut bersama Forkopimda, gugus tugas covid-19, PCNU dan RMI-NU.

"Secepatnya akan kami adakan rapat bersama untuk membahas solusinya." Pungkasnya.(karim/ltn)