Puncak Perayaan Maulid MAMU Dilaksanakan Jumat (8/11) Pagi

Puncak Perayaan Maulid MAMU Dilaksanakan Jumat (8/11) Pagi

Admin
Jumat, 08 November 2019

TAMBAKROMO-Gairah Maulif Nabi Muhammad telah merasuki warga nahdliyyin di berbagai tempat. Dari acara sederhana hingga yang bersifat megah telah dilakukan untuk memperingati hari lahir Pemimpin Umat Islam di Dunia ini.

Pembacaan maulid Shimtudduror oleh peserta didik MAMU

Hari ini, beberapa lembaga mulai melaksanakan peringatan hari milad Nabi Muhammad SAW. Beberapa madrasah juga melakukan hal demikian agar tidak tertinggal dalam memberikan penghotmatan maulid nabi.

Salah satunya adalah Madrasah Aliyah Miftahul Ulum (MAMU), Ngerang, Tambakromo. Pihak madrasah sengaja menyelemggarakan maulid nabi hari ini (8/11), meskipun 12 Rabiul Awwal Jatuh Sabtu (9/11) esok.

"Besok tanggal merah, hari libur, jadi biarkan peserta didik menikmati liburan, sementara kami juga tidak mau ketinggalan memperingati hari lahir Baginda Muhammad SAW." Kata K. Ahmad Sholeh, S.Pd.I., kepala MAMU.

Kegiatan tersebut dimulai Jumat pagi. Pembacaan maulid shimtudduror dibawakan langsung oleh para peserta didik MAMU.

Menurut K. Sholeh, Agenda ini sudah menjadi rutinitas peserta didik di madrasah yang berada di Desa Ngerang tersebut. Selain sebagai bagian dari amaliyah warga NU, peringatan maulid juga mampu membangkitkan semangat perjuangan Nabi Muhammad dan para sahabatnya baginpara peserta didik.

"Nabi berjuangnya dengan beragam cara, tergantung siapa yang dihadapi. Di sini, yang selalu kita tekankan adalah nilainya, (diantaranya) keuletan, sungguh-sungguh, dan penuh kasih sayang" lanjut K. Sholeh.

Sejalan dengan ini, KH. Imam Ghozali yany memberikan tausyiyah di penghujung acara juga menyematkan hal yang sama. Poin penting dari kisah para nabi, Khususnya Nabi Muhammad adalah sejauh mana manusia di era milenial ini bisa mengambil hikmah dan menirunya.

"Nabi itu teladan yang sempurna. Bukti kesempurnaan akhlak. Sekarang, saatnya kita meniru akhlakul karimah yang dibawakan oleh junjungan kita itu. Bukankan Sayyidina Muhammad diutus ke dunia adalah untuk menyempurnakan akhlak?" Tandas K.H. Ghozali diikuti seruan sepakat oleh para peserta didik MAMU.(lut/ltn)