Fatayat dan Nasyiatul Aisyiah Ikuti Outbond Bersama Bawaslu

Fatayat dan Nasyiatul Aisyiah Ikuti Outbond Bersama Bawaslu

Admin
Minggu, 17 November 2019

PATI-Melalui media outbound, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati menggelar sosialisasi pengawasn partisipatif dengan organisasi Fatayat NU dan Nasyiatul Aisyiyah, Minggu (17/11). Kegiatan yang dilangsungkan di Hutan Kota Kalidoro Kabupaten Pati diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari 30 orang anggota Fatayat NU dan sisanya dari Nasyiatul Aisyiyah.

Semua peserta terlihat sangat antusias mengikuti event outbond ini. Pihak Bawaslu pun merespon dengan baik antusiasme peserta ini. Mereka berharap, Bawaslu dapat berpadu bersama ormas-ormas perempuan yang ada di Pati.

Para peserta outbond yang terdiri dari Pengurus Cabang Fatayat NU dan Nasyiatul Aisyiah Pati. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bawaslu Pati demi mempersiapkan Pemilu 2024 

Sinergitas Bawaslu bersama Fatayat NU dan Nasyiatul Aisyiyah bertujuan untuk mengawal Pemilu di tahun 2024 mendatang. Sebagai tindakan persiapan, Ahmadi, S.H. ketua Bawaslu Pati memandang perlu adanya edukasi politik sejak dini agar terwujud pemilu yang demokratis.

"Pemilu akan kehilangan makna tanpa partisipasi perempuan, maka dari itu Bawaslu menggandeng organisasi perempuan yang ada di Pati sebagai proses edukasi. Bagaimanapun juga organisasi-organisasi ini merupakan penjembatan kepada rakyat yang tidak mampu kami jangkau." Uangkapnya.

Sementara itu, Kordiv Pengawasan Humas dan Hubal, Ayu Dwi Lestari, memberikan penjelasan mendalam mengenai kerjasama ini. Menurutnya, pemilih di Kabupaten Pati memang didominasi oleh kaum hawa.

"Separuh lebih pemilih di Kabupaten Pati adalah pemilih perempuan, sehingga peran perempuan dalam suksesnya Pemilu sangatlah besar." Ujarnya.

Politik Uang

Praktik politik uang merupakan kejahatan pemilu yang telah membudaya dilingkungan masyarakat Indonesia. Parahnya, seringkali yang menjadi target sasaran adalah kalangan perempuan.

Menurut Ayu, Bawaslu sendiri prihatin dengan kondisi politik semacam ini. Dengan dalih tersebut, peranan organisasi perempuan sangat dibutuhkan dalam menangkal kejahatan politik uang yang banyak terjadi di kalangan perempuan.

"Mari kita cipatakan politik feminim, politik yang bersih dan bebas dari praktik politik uang, kalo tidak kita yg memerangi kejahatan itu lalu siapa lagi?" Imbau Ayu penuh semangat.

Sementara itu, baik Fatayat NU Maupun Nasyiatul Aisyiyah menanggapi positif kegiatan ini. Menurut Asmonah, S.Ag., M.Pd.I., ketua Fatayat NU Pati, pihaknya akan selalu berupaya mewujudkan cita-cita luhur Bawaslu dalam memeranginpolitik uang.

"Kami akan selalu berupaya mensosialisasikan i'tikad baik Bawaslu kepada seluruh kader Fatayat NU yang ada di Kabupaten Pati." Tutur Asmonah.

Dalam waktu bersamaan, Romlah, ketua Nasyiatul Aisyiah Pati juga memgungkapkan hal yang sama. Pihaknya juga berkomitmen untuk turut serta menamkan anti politik uang kepada seluruh kadernya.(ayu/karim/ltn)