Momen HSN, Santri RF Tuntaskan 100 Khataman al Qur'an

Momen HSN, Santri RF Tuntaskan 100 Khataman al Qur'an

Admin
Rabu, 23 Oktober 2019

GEMBONG-Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Falah (RF) Desa Bermi Kecamatan Gembong menggelar khataman al qur'an untuk merayakan Hari Santri Nasional (HSN) 2019. bukan khataman biasa, namun sebanya seratus kali khataman al qur'an bin nadlor digelar oleh yayasan asuhan KH. Ahmad Djaelani Al Hafidz ini.

Pidato Dewan Pengurus Yayasan Raudlatul Falah Bermi oleh Astadi Aslam dalam rangka 100 khataman al qur'an memberingati HSN 2019

Sebanyak kurang lebih lima ribu santri bergumul di Masjid Baitul Izzah Bermi untuk mengikuti agenda besar ini. Jumlah tersebut masih ditambah beberapa pengurus Yayasan dan para guru. Santri-santri tersebut merupakan penghuni enam komplek pesantren Yayasan Raudlatul Falah, diantaranya, koplek PPSTQ, PPTKTQ, PPATQ, dan PPRTQ satu hingga tiga.

Dewan Ketua Yayasan, Astadi Aslam mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk penghargaan kepada para mujahidin dan ulama yang telah berperan melawan penjajah. Terutama, lanjut Astadi, penghargaan tertinggi terhadap Hadratusy Syaikh Hasyim Asy'ari yang telah mempelopori resolusi jihad sehingga menyulut semangat bangsa untuk berperang melawan sekutu.

"Dalam konteks yayasan, kita harus berjuang dalam bingkai kebangsaan dan nasionalisme" pesan Astadi kepada para pengurus yayasan dan guru.

Sementara, Ali Nur Said dalam orasi santrinya, berpesan kepada semua hadirin untuk tetap menjaga budaya santri. Ia beranggapan, dengan mempertahankan budaya tawadlu' dan santun namun berpemikiran kritis ala santri, seseorang tidak akan mudah terjebak oleh isyu-isyu hoax.

Ia juga mengungkapkan bahwa santri bukan lagi bisa dianggap remeh. Terbukti, dalam HSN kali ini, ada dua peristiwa besar yang menunjukkan eksistensi santri di berbagai aspek kehidupan berbangsa.

"Kita para santri menerima kado besar pada HSN tahun ini. Pertama, disahkannya UU Pesantren dan kedua, diangkatnya kalangan santri sebagai wakil presiden." tuturnya semangat.

Ali juga membeberkan bahwa kedua hal tersebut tentunya lahir dari hasil perjuangan santri. Dengan kata lain, lanjutnya, santri memiliki potensi di segala bidang. Akhirnya, acara tersebut ditutup dengan do'a, salam-salaman dan ramah-tamah.(karim/ltn)