Library Corner IPMAFA Tingkatkan Kualitas Penulisan Via Workshop

Library Corner IPMAFA Tingkatkan Kualitas Penulisan Via Workshop

Admin
Sabtu, 12 Oktober 2019


MARGOYOSO-Library Corner Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Workshop Academic Skill Writing pada Sabtu (12/10) dengan mengambil tema “Meningkatkan Skill Mahasiswa dalam Penulisan Karya Ilmiah yang Berkualitas”. Acara yang digelar di Aula IPMAFA tersebut bertujuan membekali mahasiswa tingkat akhir supaya mampu meringkas skripsi menjadi artikel ilmiah yang baik dengan menghadirkan M. Sofyan Alnashr (Ketua LPPM IPMAFA) dan Nur Khoiriyah (Editor Jurnal Islamic Review) sebagai narasumber.

Para peserta workshop academic skill writing yang digagas oleh Library Corner Ipmafa 

Lebih dari 200 mahasiswa yang hadir mengikuti workshop antusias memperhatikan pemaparan dari kedua narasumber. Acara diawali dengan sambutan dari Rektor IPMAFA yang diwakili oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. A. Dimyati, M.Ag yang berpesan untuk terus meningkatkan kemampuan menulis ilmiah, “tulisan yang baik adalah yang ditulis, jadi tulis saja baru kemudian dibenahi sesuai kaidah ilmiah”.

Sofyan, narasumber pertama, mengawali workshop dengan menukil kalimat Imam Al-Ghazali untuk memotivasi peserta. “jika engkau bukan anak raja dan juga bukan anak ulama besar, maka menulislah”. Karena dengan menulis ide dan pemikiran itu akan kekal dan dikenal masyarakat. “Toer –penulis novel Bumi Manusia- mengungkapkan bahwa sepandai-pandainya orang, ia akan dilupakan asyarakat dan hilang dari sejarah jika tidak menulis”, imbuhnya.

Selanjutnya, dosen PGMI yang sekaligus pengurus LTN NU Pati ini menjelaskan standar penulisan artikel ilmiah. Menurutnya artikel ilmiah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu awal, inti, dan akhir. Bagian awal berisi judul, penulis dan afiliasi, abstrak, dan kata kunci. Bagian inti yaitu pendahuluan (latar belakang, rumusan, dan tujuan), metode dan prosedur penelitian, serta hasil dan pembahasan. Sofyan menjelaskan, “bagian inti terutama hasil dan pembahasan merupakan bagian terpenting dengan porsi pembahasan paling besar. Penulis dapat mengemukakan pendapat sebebas-bebasnya dalam pembahasan, tentu dengan landasan teori yang dipakai”.

“selain teknis penulisan, yang wajib diperhatikan penulis ialah etika penulisan ilmiah. Penulis dilarang melakukan fabrikasi, falsifikasi, dan plagiasi karena itu pelanggaran akademik” terang pria asal Jepara ini. Ia menyoroti banyaknya kasus plagiasi yang justru dilakukan kalangan akademisi sendiri bahkan oleh seorang guru besar. Plagiasi, menurutnya, adalah pemerkosaan akademik karena memaksa ide, gagasan, dan pendapat orang lain untuk memuaskan nafsu akademik menjadikan ide oang lain sebagai pendapatnya.

Pada sesi kedua, Nur Khoiriyah mengajak seluruh peserta praktik menulis artikel ilmiah dengan mengikuti template yang disediakan panitia. “menulis harus dilakukan, maka sekarang saatnya untuk mengeluarkan alat tulis dan menuliskan ide dalam kertas yang tersedia”, pungkasnya. Peserta dipandu sejak mencari topik, judul, hingga membuat kerangka tulisan supaya bisa dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang utuh.

Tidak hanya itu, aktivis sosial dan gender ini juga mengadakan kuis berhadiah bagi siapa saja yang mengirimkan tulisannya ke email (surel). “tiga peserta tercepat dan terbaik yang mengirim ke email akan diberikan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi”, pungkasnya diiringi tepuk tangan riuh peserta. Kuis ini ditujukan untuk memotivasi peserta supaya lebih giat dalam menulis sekaligus output dari workshop ini.(sofyan/ltn)