Sambil Manaqiban, NU Jatisari Jakenan Adakan Musyawarah Ranting

Sambil Manaqiban, NU Jatisari Jakenan Adakan Musyawarah Ranting

Admin
Selasa, 10 September 2019

JAKENAN - Secara kultural dan jamaah, Nahdlatul Ulama telah mengakar kuat di berbagai desa di Jakenan. Termasuk di Ranting NU Desa Jatisari. Sehingga tidak mengherankan jika kemudian terjadi Musyawarah Ranting untuk membentuk kepengurusan baru yang dilaksanakan berbarengan dengan acara manaqiban rutin.

Musyawarah Ranting NU Jatisari Jakenan

Ranting NU Desa Jatisari Kecamatan Jakenan, Selasa (10/9/2019) berhasil menggelar Musyawarah Ranting dan menyusun kepengurusan untuk masa khidmat 2019-2024. Uniknya acara yang berlangsung di Masjid Baitul Falah tersebut dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan Manaqib Jawahirul Ma'ani. Kegiatan manaqiban ini sendiri merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh nahdliyin desa tersebut di setiap tanggal sebelas bulan qomariah. Sehingga lazim disebut 'sewelasan'.

Rois Syuriah MWCNU Kecamatan Jakenan, KH. Ahmad Suja'i mengapresiasi acara ini. Menurutnya ini menjadi bukti bahwa secara jamaah NU sudah sangat kuat. Namun pesannya, kekuatan secara jamaah ini tetap harus diperkuat dengan pengorganisasian yang baik. Karena kebenaran yang tidak terorganisir akan dapat dikalahkan dengan mudah oleh kebatilan yang terorganisir.

Karena itulah, Nahdlatul Ulama secara jam'iyyah harus dikelola dengan benar. Salah satunya adalah melalui penyelenggaraan Musyawarah Ranting sebagai forum tertinggi di tingkat ranting (desa).

Masih menurut Rois MWCNU Jakenan, dalam Nahdlatul Ulama tidak mengenal pensiun. Karena NU memiliki keunikan yang tidak ada di tempat lain, yakni tidak hanya mengurusi warga yang masih hidup belaka. Warga yang masih dalam kandungan bahkan telah meninggalpun masih diurusi.

"Ada tujuh hari, 40 hari, nyatus, bahkan haul setiap tahunnya. Ini membuktikan bahwa warga nahdliyyin yang sudah meninggalpun masih diurusi oleh NU."

Musyawarah Ranting NU tersebut akhirnya dapat menyusun kepengurusan untuk masa khidmat 2019-2024. Pada jajaran syuriah terdiri atas KH. Imam Syafi'i sebagai Rois dan Moh. Sapuan sebagai Katib. Sedang untuk jajaran tanfidziyah, terpilih Komar Setiawan sebagai Ketua dan Luluk Suharto dan Kasripan sebagai Sekretaris dan Bendahara.

Selain itu dibentuk juga kepengurusan beberapa lembaga seperti Unit Pelaksana Zakat Infaq dan Shodaqoh (UPZIS), LTMNU, LDNU, dan LP. Ma'arif.

Selain dihadiri oleh Rois Syuriah, jajaran pengurus MWCNU Jakenan yang hadir diantaranya Katib, Ali Sadikin; Ketua MWCNU, Aris Sutopo, S.Pd, MM; Wakil Ketua H. Warsono dan Kharisun; Sekretaris Ali Munir, S.Pd.SD; dan Lazisnu, Masheri.

Sedang dari Desa Jatisari turut hadir antara lain Ketua Takmir Masjid Baitul Falah, Nursalim, pengurus ranting sebelumnya, perwakilan dari pemerintah desa, tokoh masyarakat dan tentunya jamaah Sewelasan Manakib Jawahirul Ma'ani Desa Jatisari. (Mun/LTN)