Silaturahim NU Se Dunia ke XVIII di Saudi Arabia

Silaturahim NU Se Dunia ke XVIII di Saudi Arabia

Admin
Kamis, 08 Agustus 2019


JARWAL-Pertemuan Diaspora NU yang diadakan setiap musim haji di Mekkah Al Mukaromah ini awalnya digagas oleh PCI NU Arab Saudi 18 tahun lalu. Agenda ini akhirnya dijadikan agenda tahunan yang selalu diadakan pada saat musim haji dan dilaksanakan biasanya sebelum pelaksanaan wukuf di Arofah

Suasana pertemuan NU se-dunia di Arab Saudi

Silaturahim warga NU dunia yang ke 18 ini dilaksanakan di Hotel Tayseer Komplek Jarwal Sektor 10 di Arab Saudi tepatnya hari Kamis 7 Dzulhijah 1440 H bertepatan dengab 8 agustus 2018 yang dihadiri oleh Menteri Agama, Menpora, Menristek Dikti, Wagub Jawa Tengah, Dubes Saudi, Anggota DPR/MPR, PBNU, KH Anwar Mansur, KH Asep Saifudin, Gus ali Tulangan, Poro Kyiai,  perwakilan 39 PCI sedunia, GP Ansor dan Banom banom NU yang lain dengan jumlah peserta lebih dari 300 orang.

Pertemuan kali ini mengangkat Tema "Merajut Kembali Ukhuwah Wathoniah Menuju Perdamaian Dunia". Tema ini sangat Strategis ditengah kondisi perang di negara timur tengah yang tak kunjung henti dan munculnya paham paham radikal yang intoleran.

Dalam Tausyiahnya KH Ali Mashuri menyampaikan ada 3 syarat agar NU tetap menjadi Jamiyah yang kuat, membumi dan selalu exist untuk menyebatkan paham washotiyah untuk Islam Rohmatan Lil Alamin. Yang pertama adalah Memperkuat Ideologi Aswaja Annahdliyah, kedua memperkuat Basic Ekonomi dan yang ketiga Mempunyai  Local Wisdom yang Kuat.

Untuk mequjudkan hal tersebut, diakhir acara seluruh hadirin berdiri untuk membacakan Deklarasi Makkah yang berisi 5 point penting:


  1. Berpegang Teguh pada ajaran islam Aswaja An Nahdliyah baik secara fikroh dan amaliyah maupun secara manhajiyyah dan Harokah
  2. Mempererat ukhuwah Islamiyah, Wathoniyah maupun basyariyah sesuai dengan Misi Islam Rohmatan Lil Alamin
  3. Siap Mempertahankan empat pilar Negara Indonesia yaitu Pancasila, Bineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Sehingga berbagai upaya untuk merongrong dasar dan falsafah negara harus ditolak.
  4. Menumbuhkan sikap toleransi dan moderasi dalam semua aspek Kehidupan serta menolak berbagai bentuk kekerasan, intoleransi dan diskriminasi
  5. Mendukung terciptanya perdamaian dunia berdasarkan asas keadilan dan Kemanusiaan


Ke-5 point deklarasi tersebut harus mendarah daging di semua jammiyah Nahdlotul ulama dengan harapan Alloh SWT meridhoi bangsa dan  negara Indonesia menuju Baldatun Toyyibatun warobbun Ghafur.(rouf/ansor)