Nabi Muhammad: Hidupnya Diwakafkan untuk Umat

Nabi Muhammad: Hidupnya Diwakafkan untuk Umat

Admin
Sabtu, 31 Agustus 2019



Oleh: Dr. Jamal Ma'mur Asmani, M.A.




Ahad, 1 Muharram 1441 yang bertepatan 1 September 2019 yang Akan datang adalah Hari besar umat Islam dunia. Hari tersebut umat Islam merayakan momentum hijrah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Salam dari Mekah ke Medinah untuk menyalakan cahaya Iman di hati umat manusia.

Nabi Tidak pernah patah semangat Dan mundur dari Medan perjuangan. Misi kerasulan yang menunjukkan manusia ke jalan yang benar Dan mengeluarkannya dari kegelapan harus ditancapkan di muka bumi apapun resikonya.

Pengorbanan Nabi Tidak bisa diukur dengan apapun. Cintanya kepada umat manusia sangat besar supaya mereka selamat dari siksa neraka Dan mencapai kebahagiaan hidup dunia Dan akhirat.

Nabi rela dirinya dihina, dicaci Maki, diisolir, Dan bahkan hendak dibunuh saat menyebarkan Islam di Mekah. Profesi Nabi sebelumnya sebagai pedagang bersama istrinya Siti Khadijah Radliyallahu Anha dipertaruhkan Demi tegaknya Agama Allah.

Nabi menghabiskan waktu, tenaga, harta, jiwa Dan raga untuk menunjukkan umat manusia menuju jalan keselamatan Dan kesuksesan hakiki di dunia akhirat. 

Momentum hijrah Nabi di bulan Muharram adalah momentum Agama Dan politik sekaligus. Momentum Agama karena tujuan hijrah ini Adalah menampakkan cahaya kebenaran di muka bumi. Momentum politik karena hijrah ini strategi Nabi sesuai perintah Allah untuk menyelamatkan diri dari siasat kafir Mekah yang Akan membunuh Nabi Dan siasat menampakkan syiar Islam di Daerah yang kondusif bagi bersemainya ajaran Islam.

Dalam sejarah disebutkan, sebelum Nabi hijrah di Madinah, sudah Ada beberapa sahabat Nabi yang masuk Islam Dan menerima ajaran Nabi di Mekah saat sedang menunaikan ibadah haji. Sahabat tersebut menyiarkan Islam di Medinah sehingga nama Nabi Muhammad sudah sangat masyhur. 

Jarak Mekah Medinah di era sekarang saja ditempuh selama sekitar 6-7 jam perjalanan darat. Nabi melalui perjalanan ini bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq sambil berjalan kaki Dan menghindari kejaran kafir Mekah yang masih terus memburu keberadaan Nabi. Nabi melalui jalan yang tidak biasa dilalui sehingga  penuh tantangan karena medannya yang terjal, berbukit-bukit, Dan banyak hewan berbisa yang membahayakan. 

Nabi disambut penduduk Yatsrib dengan suka cita Dan penuh kegembiraan. Mereka sudah lama menunggu kehadiran sosok manusia yang santun, utusan Allah, yang selama ini mereka dengar di tempat mereka.

Mereka menyanyikan syiir penuh kegembiraan menyambut kehadiran manusia suci ini.

طلع البدر علينا من ثنية الوداع 
وجب الشكر علينا ما دعا لله داع 

Telah tampak bulan purnama pada kami dari tempat perpisahan, maka wajib bagi kami mengucapkan terima kasih selama Ada orang yang berdoa kepada Allah 

Dalam waktu singkat, Islam berkembang pesat di Madinah. Kehadiran Nabi membawa berkah tiada Tara. Perpecahan, konflik, Dan konfrontasi sosial reda Dan berubah menjadi Persatuan Nasional pasca kehadiran Nabi.

Namun Nabi sadar bahwa orang-orang Kafir Mekah Tidak Akan membiarkan Islam berkembang pesat di Madinah. Maka, sejak Awal Nabi sudah menyusun kekuatan untuk menghadapi segala kemungkinan. 

Sambil menanamkan Tauhid Dan mengajarkan ilmu kepada penduduk Yatsrib yang berubah nama menjadi Madinah, Nabi aktif menyusun kekuatan Demi menghadapi agresi Militer orang-orang Kafir Mekah yang tidak rela Islam berkembang di Madinah karena membahayakan posisi Dan prestise mereka di Mekah, cepat atau lambat. 

Masjid Dan Pasar

Masjid adalah bangunan pertama Nabi. Masjid pertama adalah masjid Quba, kemudian baru masjid Nabawi yang sekarang menjadi lokasi masjid Dan makam Nabi Muhammad. Setelah masjid, Nabi membangun pasar sebagai tempat transaksi kebutuhan hidup dalam Bidang Ekonomi. 

Sebagai Pelaku Ekonomi, Nabi Muhammad memahami betul pentingnya mengembangkan aspek spiritual Dan Ekonomi. Keduanya Harus berjalan seimbang Demi tegaknya kehidupan. Masjid adalah simbol spritualitas Dan lembaga pendidikan. Sedangkan pasar adalah lembaga Ekonomi yang Harus diperkuat Demi kesejahteraan dunia Dan akhirat sekaligus. 

Perang 

Perang yang diprediksi itupun terjadi. Perang tersebut adalah perang badar yang terjadi pada bulan Ramadhan. Meskipun jumlah pasukan lebih sedikit, namun Allah memberikan kemenangan pada Nabi Dan sahabatnya dalam perang Badar ini. 

Jika sampai perang Badar kalah, maka eksistensi Islam dalam bahaya. Maka, kemenangan perang Badar ini menjadi penguat mental umat Islam generasi Awal dalam mengobarkan api perjuangan.

Perang kedua, yaitu perang Uhud, Nabi juga memperoleh kemenangan. Namun, cinta dunia membuat kemenangan di depan Mata berubah menjadi kekalahan Dan bahkan mengancam nyawa Nabi.

Meskipun demikian, perang kedua menjadi pelajaran Penting bagi Umat Islam supaya Tidak terpedaya dunia Dan hanya mencari ridla Allah dalam Berjuang di jalanNya yang suci.

Mencintai Umat

Islam yang dibawa Nabi adalah Agama cinta. Cinta kedamaian, kerukunan, kebersamaan, kesetiakawanan, Dan persatuan Nasional. Cinta Paling tinggi adalah cinta kepada Allah Dan Nabi Muhammad dengan tunduk Dan patuh kepada ajaran-ajaran keduanya untuk mencapai kebahagiaan hakiki dunia Dan akhirat.

Dalam mendakwahkan Islam, Nabi menggunakan metode damai, santun, rendah hati, peduli kepada orang lain, Dan selalu menjadi solusi persoalan umat. 

Akhirnya, kehadiran Nabi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat, bahkan menjadi denyut Nadi kehidupan umat sehingga cinta mereka kepada Nabi melebihi cinta mereka kepada keluarga, harta, Dan apapun namanya.

Mereka menyaksikan, merekam, Dan membuktikan kemuliaan akhlak Nabi Muhammad yang belum pernah mereka jumpai pada makhluk manapun di dunia. Nabi Muhammad sang pemaaf, suka Menolong, tulus membantu, ikhlas dalam mengajar, Dan kehadirannya membawa aura kesejukan, kedamaian, Dan ketenangan hati yang Paling dalam.

Dicintai Umat 

Nabi Muhammad di Madinah Tidak hanya pemimpin Agama, tapi juga pemimpin politik sebagai Pusat Agama Dan Negara. Nabi menjalankan pemerintahannya dengan sikap toleran Dan tegas.

Keberagamaan di Madinah ditampung Dan dijamin bersama. Namun jika Ada pihak yang menelikung di belakang, maka hukum ditegakkan tegas tanpa pandang bulu.

Kepemimpinan Nabi akhirnya diterima Dan kebijakan Nabi Selalu diiikuti umatnya. Kearifan dalam memahami konteks Lokal membuat dakwah Nabi diterima dengan mulus tanpa halangan yang berarti.

Nabi semakin dicintai sahabat-sahabatnya. Mereka menjadi murid Nabi dalam Hal pengajaran agama Dan akhlak Dan menjadi perisai Nabi di medan laga.

Mereka mewakafkan jiwa raga mereka demi tegaknya Islam di muka bumi. Internalisasi akidah, edukasi ilmu, Dan soliditas internal dapat tercapai dengan sukses.

Nabi bersabda : 

لا يؤمن احدكم حتي اكون احب إليه من ولده ووالده والناس أجمعين 

Iman salah satu dari kamu Tidak dianggap sempurna sampai aku lebih dicintainya dari pada anaknya, orangtuanya, Dan semua manusia 

لا يؤمن احدكم حتي يكون هواه تبعا لما جئت 

Tidak dianggap sempurna Iman salah satu dari kamu sampai Hawa nafsunya mengikuti ajaran yang aku sampaikan 

Mewakafkan Diri Untuk Umat 

Nabi berjuang total untuk tegaknya Islam. Beliau mewakafkan diri untuk Agama ini. Jiwa raga, harta, Dan semua yang dimiliki Nabi dipersembahkan Demi tegaknya Agama Islam yang membawa nilai-nilai keadilan, kedamaian, kerukunan, kekompakan, Dan gotong royong Demi mencapai kebahagiaan hakiki dunia akhirat. 

Maka wajar Dan pantas jika Nabi dicintai umatnya karena beliau benar-benar mencintai umatnya lahir Dan batin.

Beliau Tidak hanya memikirkan diri Dan Keluarganya, tapi memikirkan Masa depan umat manusia Tidak hanya di dunia tapi sampai akhirat.

Setiap tarikan nafasnya Selalu berdzikir kepada Allah Dan memikirkan nasib umatnya. Saat ajal menjemput nyawanya, yang dipikirkan hanya umatnya, ummati, ummati, ummati, bagaimana umatku, bagaimana umatku, bagaimana umatku.

Seorang pemimpin yang dicintai karena mencintai. Seorang pemimpin yang dirindu karena merindu. Seorang pemimpin yang dipatuhi karena Keteladanan Dan keagungan akhlaknya. Seorang pemimpin yang abadi di hati umat karena hatinya Selalu memikirkan umat di dunia sampai akhirat.

Yaa Allah, jadikan hambamu ini diakui sebagai umat Nabimu Muhammad Shallahu Alaihi Wa Sallam di dunia sampai akhirat.

Yaa Allah, jadikan hambamu ini mampu meneladani keagungan akhlak Nabimu yang begitu agung, yang mengalah Demi orang lain Dan berkorban Demi orang lain.

Yaa Allah, jadikan hambamu ini mampu mencintai Mu dan mencintai NabiMu sebagaimana Nabi mencintai kami, memikirkan kami, berkorban untuk kami, berjuang sampai titik darah penghabisan untuk kami.

Yaa Allah, jadikan kami hambaMu yang mengikuti ajaranMu Dan ajaran Nabimu, Dan jauhkan kami dari keinginan nafsu Dan syaithan yang menjerumuskan Dan mencelakakan hidup kami.

Yaa Allah, jadikan hidup kami Selalu membacakan Shalawat Dan Salam kepada Nabimu yang tidak pernah lelah memperjuangkan kami, berkorban untuk kami, Dan mendoakan kami.

Yaa Allah, jadikan hati kami Selalu Rindu kepada Nabimu, Nabi Muhammad, yang selalu Rindu kepada kami, umatnya.

Yaa Allah, jadikan tarikan nafas kami selalu menyebut namaMu Dan kekasihmu Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wa Sallam. Sungguh kami Rindu berjumpa denganMu Yaa Allah Dan berjumpa NabiMu yang selalu Rindu pada kami Dan berjuang mati-matian Demi kami.

امين يا رب العالمين 

اللهم صل وسلم علي حبيبنا وشفيعنا وقرة أعيننا محمد صلي الله عليه وسلم اللهم آت سيدنا محمدا الوسيلة والفضيلة والشرف والدرجة العالية الرفيعة انك لا تخلف الميعاد يا ارحم الراحمين 


Madinah, JUM'AT, 29 Dzulhijjah 1440 /  30 Agustus 2019, Pukul 10.42


*Penulis adalah Wakil Ketua PCNU Kab. Pati

*) Setiap tulisan opini yang dimuat dalam rubrik #NUKolom menjadi tanggung jawab penulis.
**) Tulisan ini juga diterbitkan di facebook Jamal Pati