MUI Kota Salatiga Mengkaji Toleransi di Asean

MUI Kota Salatiga Mengkaji Toleransi di Asean

Admin
Sabtu, 03 Agustus 2019


SALATIGA-MUI Kota Salatiga mengadakan Seminar Internasional bertajuk Toleransi di Kawasan Asia Tenggara pada Sabtu (3/8) di Hotel Laras Asri Salatiga. Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, imam besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. H. Noor Ahmad, rektor Unwahas Semarang, Dr. H. Ahmad Kamel H. Yusof, ketua Jam'iyah Ulama Fathoni Darussalam Pattani Thailand, dan Haji Sammali bin Haji Adam, Universiti Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam.

Peserta seminar antusias mengikuti pemaparan dari pemateri

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Walikota Salatiga, Sekretaris MUI Salatiga, Dr. Miftahudin, jajaran forkopinda Salatiga, delegasi MUI se-Jawa Tengah, dan beberapa Perguruan Tinggi Islam di Jawa Tengah. Wakil Walikota memberikan sambutan dengan menunjukkan bahwa prediket Salatiga sebagai Kota Paling Toleran karena kesadaran pemeluk agama untuk saling menghormati.

Seminar diawali dengan keynote speaker oleh Ketua MUI Jawa Tengah, Dr. KH. Ahmad Darodji, yang mengajak untuk membangun kembali kerukunan intern umat beragama dan antar umat beragama di Indonesia.

 "Ajaran Islam adalah Rahmatan Lil Alamin, yakni kasih sayang. Tidak ada kemarahan dan konflik tetapi saling mengasihi dan menyayangi", demikian penjelasan awal.

Kyai sepuh yang masih energik ini menambahkan bahwa umat Islam harus meneladani Rasulullah yang mengibaratkan manusia seperti satu batang tubuh, berbeda peran dan fungsi namun saling bersinergi untuk tujuan yang sama.

Selanjutnya seminar dibagi menjadi dua sesi. Sesi  pertama oleh Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar dan Dr. H. Ahmad Kamel dari Thailand. Sesi kedua oleh Haji Sammali dari Brunei dengan Prof. Dr. KH. Noor Ahmad. Harapannya kegiatan ini mampu menciptakan kondisi kehidupan beragama yang kondusif menuju masyarakat berkualitas.

Seminar yang merupakan atas rekomendasi MUI Salatiga tahun lalu ini juga untuk mengenang ketua MUI Kota Salatiga, Dr. KH. Saifudin Zuhri, yang wafat pada Ramadhan kemarin ketika menjadi imam sholat Jumat. Beliau yang menggagas dan menyiapkan acara sejak awal namun belum sempat mengikuti acaranya.(nashr/ltn)