Mbah Moen Berpulang, Ribuan Santri Padati Sarang

Mbah Moen Berpulang, Ribuan Santri Padati Sarang

Admin
Selasa, 06 Agustus 2019

REMBANG-Seharian ini, media sosial dipenuhi dengan berita wafatnya KH. maumun Zubair, Selasa (6/8) pagi waktu Arab Saudi. Berita menggemparkan ini sontak mewarnai dunia maya.

Ribuan santri padati Ponpes Al Anwar Sarang untuk doakan Mbah Moen

KH. Maimun Zubair atau Mbah Moen adalah sosok ulama kharismatik yang dimiliki Indonesia. Wafatnya kiai asal Sarang, Rembang ini tentu saja ujian bagi Indonesia. Imbauan sholat ghaib dan tahlil bertebaran untuk Mbah Moen.

Di Sarang sendiri, ribuan santri dan warga memenuhi Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, kediaman Mbah Moen. Mereka yang hadir kebanyakan dari kalangan nahdliyyin yang ingin mengucapkan bela sungkawa secara langsung di kediaman Mbah Moen. Meskipun Mbah Moen dimakamkan di Ma'la, Makkah, namun animo masyarakat untuk memberi penghormatan di Sarang tak terbendung.

Yon, salah satu pelayat dari Pati, Jawa Tengah ang turut hadir di Al Anwar Sarang menerangkan bahwa sampai pukul 16.00 WIB masih banyak pelayat berdatangan.

Rasa kehilangan menyelinap diantara bacaan-bacaan kalimah thayyibah. Yon salah satu kaum santri yang merasa kehilangan sosok besar Mbah Moen.

Bagi Yon dan masyarakat lainnya, Mbah Moen bukan sekadar ulama, namun juga guru dan negarawan. Kecintaan Mbah Moen pada NKRI selalu terbesit melalui ceramah-ceramahnya. Salah satu ceramah Mbah Moen yang paling legendaris adalah ketika beliau mengaitkan singkatan PBNU menjadi Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD '45.

Mbah Moen juga sering disowani oleh tokoh-tokoh nasional bahkan internasional untuk dimintai nasihat tentang berbagai hal. Hal inilah yang membuat dunia, khususnya Indonesia merasa kehilangan dengan sosok hebat seperti Mbah Moen. Selamat jalan Ulama Negarawan-Negarawan Ulama, KH. Maimun Zubair.(lutf/ltn)