'Tetangga' Lucurkan Web, NU Pati Ikut Bangga

'Tetangga' Lucurkan Web, NU Pati Ikut Bangga

Admin
Rabu, 31 Juli 2019

PATI-NU sebagai organisasi berbasis sosial keagamaan yang terus mengedepankan nasionalisme harus bertahan ditengah fitnah-fitnah kaum radikal. Media sosial dan internet menjadi sarang bagi penebar kebencian untuk melancarkan serangan kepada NU beserta amaliahnya.

Proses peluncuran web PCNU Kudus di @Hom Hotel. Sumber gambar : nu online

Namun tak dipungkiri, serangan-serangan ini justru membuat warga nahdliyyin mulai bangkit. Munculnya fenomena empat gus (Gus Miftah, Gus Nadir, Gus Muwaffiq dan Gus Baha') yang sempat viral beberapa waktu lalu adalah bukti kecil bahwa eksistensi NU masih terjaga. Semangat jihad cyber juga begitu terasa bagintubuh NU akhir-akhir ini.

Salah satu kabar terbaru yang masih hangat Pengurus Cabang NU Kudus yang sedang me-launching web resminya, Senin (29/7) kemarin. Akun web www.nukudus.or.id itu diluncurkan di hotel @hom kudus berbarengan dengan acara Musyawarah Kerja Cabang NU Kabupaten Kudus.

H. Asyrofi Masyitho, nakhoda PCNU Kudus berharap, lahirnya website ini bisa mempersatukan NU beserta lembaga-lembaganya. Selain itu, dakwah islam dengan pendekatan multimedia juga diharapkan senakin masif.

Bukan hanya H. Masyitho, ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim juga turut angkat bicara akan peluncuran website baru PCNU Kudus. Ditemui Selasa (30/7) malam, K. Yusuf mengutarakan apresiasi dan dukungannya kepada Pengurus Cabang NU Kudus.

"Selamat kepada PCNU Kab Kudus yang telah melaunching website terpadu. Semoga bisa menjadi media dakwah ahlussunnah wal jama'ah Annahdliyah yang bisa mencerahkan masyarakat dan menebarkan ajaran Islam yang moderat memberi rahmat bagi seluruh alam" Kata K. Yusuf

K. Yusuf juga mengungkapkan perlunya menghalau ujaran kebencian, isue-isue intoleran dan pemikiran Islam radikal yang selama ini membombardir NU lewat media internet. NU sebagai jam'iyyah terbesar mau tidak mau harus menjadi garda terdepan dalam memerangi berbagai propaganda  negatif medsos di era digital yang mengarah pada disintegrasi bangsa melalui aksi anarkisme dan radikalisme.(karim/ltn)