Risih dengan Radikalisme Beragama, Ansor Pati Akan Gelar Kopdar

Risih dengan Radikalisme Beragama, Ansor Pati Akan Gelar Kopdar

Admin
Jumat, 26 Juli 2019

PATI-Ancaman radikalisme dalam beragama sudah kian nyata. Setidaknya inilah yang disampaikan oleh Muhammad Sahlan dalam sebuaj artikel yang diterbitkan oleh nu online. Indikasinya adalah banyaknya generasi muda yang mulai terpapar faham-faham fundamentalisme beragama. Parahnya, mereka bukan dari kalangan minim pendidikan, tapi justru para mahasiswa di perguruan tinggi yang lumayan mentereng di Indonesia.

Artikel bejudul Radikalisme Beragama di Indonesia tersebut terbit jelang pertengahan 2017. Dua tahun silam dan fakta yang disebutkan begitu mencengangkan. Singkatnya, ada 80% mahasiswa yang lebih memilih syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan negara. Sementara yang masih bercokol pada 'kubu' pancasila hanya 4% lebih.
Syariah yang dimaksud adalah prinsip syariah yang difahami secara kolot dan tekatual semata. Sebab, jika difahami secara kontekstual, pancasila sudah sangat syar'i. Setidaknya inilah yang sering kali disampaikan oleh ulama'-ulama' nusantara.


Pamflet undangan kopdar "Membaca Arah Radikalisme di Bumi Nusantara"

Gerakan Melawan Radikalisme

Melalui berbagai fakta tersebut, Pengurus Cabang Ansor dan Pengurus Cabang NU Kabupaten Pati perlu melakukan pendekatan-pendekatan kepada kaum milenial. Upaya-upaya mengembalikan kesadaran bernegara dan melawan radikalisme beragama ini sudah sangat sering dilakukan dan memang harus terus dilakukan.

Melalui sebuah kegiatan bertajuk 'Membaca Arah Radikalisme di Bumi Nusantara' PC Ansor, Satkorcab Banser dan PCNU Pati mengajak generasi muda khususnya di Kabupaten Pati untuk untuk menyadari situasi politik saat ini. Agenda yang rencananya akan dilangsungkan di Rumah Joglo Qur'an Minggu (28/7) siang tersebut akan mendatangkan dua narasumber utama, yatitu Yusuf Hasyim, M.Si. (ketua PCNU Pati) dan M Nuruzzaman (Kondensus 99 Asmaul Husna Pimpinan Pusat GP Ansor).

"Kami mengundang semua elemen masyarakat khususnya generasi muda untuk ngopi bareng, ngobrol santai soal arah radikalisme beragama di Indonesia. Kami terbuka, semua boleh datang" ungkap panitia penyelenggara.