Ini Wejangan Ketua PCNU Pati untuk Warga Nahdliyyin

Ini Wejangan Ketua PCNU Pati untuk Warga Nahdliyyin

Admin
Rabu, 17 Juli 2019

GUNUNGWUNGKAL-Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gunungwungkal Senin (15/6) malam masih hangat. Warga Nahdliyyin Gunungwungkal kini memiliki ketua baru. Terpilihnya KH. M. Faishol sebagai pimpinan tanfidziyah (pelaksana) NU Gunungwungkal merupakan angin segar bagi pergerakan NU kedepan.

Pasalnya tokoh muda energik seperti KH. M. Faishol memang sangat dinantikan gebrakannya di masyarakat. Momentum ini salah satunya dimanfaatkan oleh Ketua PC-NU Pati, K. Yusuf Hasyim. Dorongan moril terlontar dari K. Yusuf yang memiliki kesamaan sebagai tokoh muda. Dalam sambutannya yang penuh semangat, beliau memberikan beberapa wejangan bukan hanya kepada pengurus baru MWC-NU Gunungwungkal tapi untuk warga NU seluruhnya.

Dua hal penting yang ditekankan oleh K. Yusuf adalah penguatan ajaran akidah islam ala ahlus sunnah wal jama'ah an nahdliyyah dan ajakan kepada semua warga nahdliyyin untuk turut serta mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seruan tersebut disampaikan melalui kalimat persuasi yang teduh dan mudah dicerna masyarakat luas.

Menurut K. Yusuf, ajakan ini sangat penting sebab akhir-akhir ini banyak bermunculan faham-faham radialisme yang mengatasnamakan islam. Bukan hanya itu, beliau juga memaparkan bahwa penyebaran radikalisme dalam islam juga berdampak pada keinginan segelintir orang untuk membubarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dirasa sangat berbahaya karena rawan campur tangan asing. NU sebagai pelopor ajaran wasathiyyah (moderat) berkomitmen untuk senantiasa menyuarakan dukungannya terhadap NKRI.

"Yang perlu kita perkuat adalah akidah kita, akidah ahlus sunnah wal jama'ah an nahdliyyah. Ingat! Pakai an nahdliyyah. Kedua, mari perkuat juga kecintaan kita terhadap NKRI" ujar K. Yusuf dalam sambutannya.

Agaknya masyarakat yang hadir juga terbawa suasana semangat yang secara gamblang disajikan oleh K. Yusuf. Setiap kali beliau berteriak "NKRI!" maka semua hadirin tanpa terkecuali menjawab "HARGA MATI".

Jargon ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa cinta warga NU terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab menurut K. Yusuf, selama ini hanya NU-lah ormas islam Indonesia yang masih gigih mempertahankan NKRI.

Pelantikan MWC Gunungwungkal

"Terbukti memang kita yang paling gigih. Bukan berarti yang lain tidak gigih, tapi yang paling menampakkan kegigihan mempertahankan NKRI hanya NU" ungkap K. Yusuf dalam momen lainnya.(karim/ltn)