Nahdlatul Ulama dan Amal Jariyah

Nahdlatul Ulama dan Amal Jariyah

Admin
Kamis, 23 November 2017


Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosial keagamaan memiliki kepedulian khusus pada umat Islam, kegiatan sosial banyak dicanangkan dan berbagai kegiatan yang menyentuh dengan Umat, baik ekonomi keumatan sangat dicanangkan. Hal ini memiliki dampak yang sangat luar biasa kepada kemajuan Nahdlatul Ulama selama ini.
Program amal jariyah memang sangat bagus dalam persatuan dan kesatuan yang dibangun Nahdlatul Ulama, terutama infaq dan sodaqoh. Kegiatan Infaq sangat luar biasa manfaatnya  sangat  sering dilakukan, baik itu di masjid-masjid maupun diberbagai kegiatan pengajian dalam rangka hari besar Islam. Program Sodaqoh juga sering dilakukan dalam hal ini bapak-bapak Nahdliyin yang sering berkumpul di forum masjid, baik sodaqoh untuk amal jariyah yang menyangkut pemberdayaan masyarakat juga sodaqoh yang diberikan kepada kaum fakir dan miskin.
Nahdlatul Ulama dalam menjalankan program amal jariyah sering bekerja sama dengan Banom-banomnya seperti, Lazisnu, Muslimat NU, GP Ansor, IPNU dan IPPNU, Lembaga Perekonomian NU, Lembaga Pertanian NU, Lembaga Kesejahteraan dan Kesehatan Nahdlatul Ulama, dan lainnya. Banyak berbagai latar belakang masalah yang menjadi aspek program amal jariyah NU, pertama: karena kebutuhan masyarakat yang mendesak, seperti kemiskinan. Kedua: karena kaum yang termarginalkan karena kurang akses diberbagai kesempatan sehingga mereka menjadi kaum yang terpinggirkan jadi butuh penanganan khusus. Ketiga: masalah pendidikan atau SDM yang kurang, jadi mereka belum memiliki lapangan pekerjaan sehingga menjadi kaum konsumen yang hanya menikmati dari produsen, karena hal itu terjadi ketimpangan antara kebutuhan dan penghasilan yang tidak seimbang.


Peran Nahdlatul Ulama sekarang ini semakin komplit, dengan aktifnya kegiatan dan gerakan sosial memberikan perhatian khusu pada mereka-mereka yang butuh penyuluhan dengan masalah sosial. Biasanya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengajak bersama-sama pengurus Nahdlatul Ulama untuk bersinergi dalam hal menciptakan lapangan kerja dan penyuluhan jalan keluar agar warga NU bisa mandiri dalam hal pekerjaan. Hal ini terbukti tidak sedikit para pekerja yang bekerja di dalam dan luar negeri kebanyakan adalah warga NU. Mereka dibekali ketrampilan bekerja, dibekali keahlian khusus, dibekali modal latihan bekerja sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja yang ada di luar negeri. Bahkan dibeberapa negara mengakui tenaga kerja Indonesia sangat berkualitas, dan mampu menjalankan pekerjaannya dengan baik.
KEGIATAN SOSIAL
Nahdlatul Ulama dalam kegiatan sosial banyak yang menyentuh pada pemberdayaan sosial, Lembaga LAZISNU misalnya mengelola zakat 2 Milyar, hal ini Nahdlatul Ulama menerima zakat dari masyarkat untuk dikelola dengan baik. Caranya dengan membelikan sapi untuk dibagikan setiap kecamatan lewat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama, yang berguna penyalurannya untuk daging korban yang diberikan kepada fakir dan miskin di setiap desa setempat.
Juga lemabaga perekonomian Nahdlatul Ulama, dengan program memberikan pinjaman kepada setiap warga yang mempunyai kegiatan Enterpreuner seperti, usaha jaket, usaha pembuatan sepatu, usaha jualan dawet, usaha toko kelontong, usaha jual bibit tani, usaha penjualan pupuk, usaha swalayan di desa, semuanya ini langsung berdampak pada ekonomi umat di desa yang membutuhkan modal usaha. Dengan adanya perhatian dan penyuluhan di desa dapat memberikan manfaat dan kelancaran dalam menjalankan usaha dan modal usaha.
Adalagi Lembaga Pertanian Nahdlatul Ulama, lembaga ini sangat berperan penting dalam hal pertanian warga NU. Penyuluhan cara bertani yang baik, dan pemilihan bibit unggul adalah bagian dari program pertanian NU. Dengan memberikan pelatihan khusus bagi warga NU dan cara menjalankan pertanian yang baik memberikan dampak yang signifikan, terbukti para petani NU banyak yang berhasil ketika panen.
Muslimat NU juga berperan sangatlah penting, lewat kursus menjahit, kursus dan pelatihan ketenagakerjaan, seperti ibu rumah tangga, kegiatan pemagangan di lintas sektor seperti: magang di toko swalayan, magang di koperasi, magang di kantor pelayanan pajak, magang di kantor pemda, magang di perpustakaan Kabupaten, dan lainnya. Semua memberikan pelatihan skill yang berguna langsung terhadap ketrampilan warga NU.
Gerakan Pemuda Ansor juga memberikan pendampingan khusus pada pemuda NU dalam hal menciptakan lapangan pekerjaan. Disnakertrans Kabupaten memberikan pelayanan dan penyuluhan, bagaimana menciptakan lapangan kerja yang baik, dengan cara membuat usaha seperti: usaha rumahan, usaha ceriping singkong, usaha warung makan, usaha toko kelontong, usaha pembuatan jaket tas dan sepatu, usaha rental komputer, usaha photo copy di sekitar sekolahan, usaha membuat sapu keset dan sulak, masih banyak lagi usaha lainnya. Semua usaha ini dapat pendampingan dan modal usaha sehingga pemuda NU tidak banyak yang menganggur dan dapat menciptakan lapangan kerja.
Menjadi Enterpreuner yang Baik
Warga Nahdlatul Ulama dituntut menjadi enterpreuner sejati, dengan cara memiliki semangat yang baik dalam hal bekerja dan pantang menyerah. NU dan Banom-banomnya sangat berperan aktif dan efektif dalam pelatihan dunia usaha. Semakin banyaknya usaha yang dilakukan warga NU menjadi bukti, 75 % berbagai kegiatan usaha baik di kota dan di desa adalah warga NU. Penelitian ini cukup signifikan dalam hal ini Lakpesdam NU kabupaten telah melakukan berbagai survei dan hasilnya valid dan dapat dipetnggungjawabkan. Publik menilai sangat puas dengan survei ini.
Berbagai usaha yang dilakukan warga NU demi menolong ekonomi keumatan, kalau tidak ada perhatian maka pemberdayaan umat akan gagal, karena Umat sudah dibebani dengan pendidikan yang belum tinggi, sehingga SDM warga NU masih dipertanyakan. Salah satu jalan keluar adalah menjadi Enterpreuner sejati, dengan menjadi pengusaha akan membuat lapangan kerja, memperkerjakan warga NU, juga membuat SDM warga NU menjadi lebih baik dengan cara menjadi pekerja yang tangguh, ulet, terampil, dan cekatan.
Apakah ini akan berjalan berhasil? Belum tentu karena kita tunggu para pemuda NU untuk menata dirinya ke depan akan berani keluar dari krisis lapangan kerja dan menjadi enterpreuner sejati, apakah berani, kita tunggu hasilnya.( Fikrul Umam, MS.I adalah aktivis LAKPESDAM PCNU PATI)