Selamat Jalan Perpisahan

Selamat Jalan Perpisahan

Admin
Senin, 03 April 2017


Al-Azhari berkata,”Arti cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.” Al-Baidhawi berkata, “Cinta adalah keinginan untuk taat,”. Cinta manusia kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati keduanya dan riddha terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah Saw.”sedangkan arti cinta Allah kepada hamba-Nya adalah ampunan, ridha dan pahala. (hal 12)
Karena cinta adalah bahasan yang tidak akan kering untuk dibicarakan. Berbagai cita rasa cinta menghiasi kehidupan kita. Beragam warna dan cerita menyertainya. Cinta memiliki arti luas tidak terbatas pada perasaan antara laki-laki dan perempuan. Kasih sayang terhadap orang tua, kepedulian terhadap sesame, semua itu adalah implementasi cinta.
Padahal setiap kita yang saling mencintai pasti ingin selalu bersama kekasih tercinta, selamanya. Tak ada seorang pun menginginkan perpisahan, karena cinta itu menyakitkan. Rasanya, cinta terasa indah saat dua insane telah saling memiliki. Jika terpisah, masihkah cinta adalah indah, atau cinta bersulih menjadi masyakah?
Penulis buku ini bukan mengajari perpisahan; yang memilukan, menyedihkan dan menyisakan kenangan. Buku ini menyajikan kisah-kisah nyata nan indah tentang mereka yang tetap senyum kala rindu tak tertepikan kepada kekasih, saat cinta tak berlabuh pada muaranya, saat hati tak menemukan tempat kembalinya, sebab perpisahan yang selalu menepikan keindahan. Siapa yang tak bersedih dan menderita kehilangan kekasih tercinta. Karena terkadang kita menemukan cinta yang sebenarnya saat kita berpisah.
Buku yang memuat 26 kisah tentang kekuatan cinta, kesabaran saat menjalani perpisahan dengan orang yang dicintai. Banyak memberikan inspirasi bagi yang membaca bahwa cinta itu bukan harus bersanding terus-menerus, terkadang pula dalam menjalani cinta harus ada jeda untuk menikmati bahagianya cinta yang sebenarnya. Namun cinta kepada yang Esa tidak boleh ada jeda melainkan kita harus terus menerus, setiap waktu untuk mencintai-Nya.
Dalam hidup pasti ada suka dan duka. Sejak awal, setiap hal mempunyai pasangan. Siang dan malam. Manis dan asin. Begitu pun manusia ada lelaki dan perempuan. Kesedihan tidak boleh menjajah karena dibalik kesedihan akan ada kegembiraan yang menyertai. Di balik kesusahan Allah akan member kemudahan. (hal 74)
Buku ini berisi kumpulan kisah kita saudara-saudara kita yang tetap berdiri tegak meskipun mengalami kegagalan ta’aruf, bahkan kegagalan menjelang bersanding dipelaminan. Sakit tak dapat dihindarkan. Namun, bagaimana mereka berusaha keras untuk survive, patut kita teladani. Mereka sadar bahwa kegagalan adalah pelecut untuk intropeksi diri dan momentum tepat untuk mendekatkan diri kepada ilahi. Dengan harapan kegagalan itu tak terulang kembali.
Melalui buku ini kita bisa mendapatkan banyak kisah, banyak pelajaran jika putus cinta bukan harga mati untuk mengetahui. Karena sejatinya cinta adalah untuk  mendekatkan kepada ilahi robbi, bukan sebaliknya. 


            Judul                 : Selamat Berpisah Calon Imamku
Penerjemah      : Ririn Astutiningrum
Penerbit           : Mizania
Tahun terbit     : Cetakan I, 2016
Tebal               : 162 hlm
ISBN               : 9786029-1337-99-8
Peresensi         : Pujianto