Tradisi Nahdlatul Ulama

Tradisi Nahdlatul Ulama

Admin
Jumat, 26 Agustus 2016


Pati. Tradisi Nahdlatul Ulama memang sudah melekat sejak berdirinya, terutama Tahlil, karena melalui Tahlil kita bisa mengirim doa kepada orang yang sudah meninggal, bukan hanya tahlil yang menjadi tradisi Nahdlatul Ulama, melainkan ada manaqiban, ziarah kubur dan lain sebagainya, penjelasan tersebut disampaikan oleh Laila Dawil Fikroh peseta KKN IPMafa PBA (Pendidikan Bahasa Arab) di Plukaran Gembong Pati, 5/8 kemarin.

“Kalau bukan kita semua yang menyebarkan faham ahlussunah waljamaa’ah siapa lagi, karena yang menanggung generasi mendatang adalah kita semua, meskipun apa yang kita lakukan saat ini belum bisa sempurna, maka biarlah generasi selanjutnya yang akan menyempurnakan, yang terpenting adalah kita sudah berusaha,”ujar Dawil kepada Ibu-ibu Muslimat dan Fatayat di desa Plukaran.

Dawil menambahkan, apabila mulai saat ini kita jeli dalam menyekolahkan anak-anak kita, maka di kemudian hari sepulang merantau dari pencarian ilmu tidak melawan orang tuanya dengan melarang tahlil dan lain sebagainya. Sebab tanggung jawab anak adalah kita semua yang menentukan.

Mulyono sebagai kepala Desa Plukaran sangat berterima kasih dengan datangnya KKN IPMafa yang bisa memberikan pemahaman baru terkait penguatan pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya. Terutama bisa ikut mengisi dalam acara tahlilan, berjanjenan, jadi kami mewakili warga seakan mendapatkan ilmu baru.(red)