Santri Harus Mampu Berdakwah Lewat Tulisan

Santri Harus Mampu Berdakwah Lewat Tulisan

Admin
Kamis, 01 September 2016


Pati. Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati menyelenggarakan pelatihan menulis dalam rangka mempersiapkan santri agar mampu berdakwah melalui tulisan, dengan menghadirkan Redaktur Jurnal Khittah Lakpesdam NU Pati M. Iqbal Dawami. Selasa (23/8)

            M. Iqbal Dawami selaku pemateri menjelaskan, bahwa santri harus mampu menulis, santri harus siap bertarung lewat tulisan, karena dakwah melalui tulisan akan kekal abadi, sampai kapan pun bahkan hingga kita tidak lagi berada di dunia.

            “Dengan lahirnya penulis-penulis berbakat dari kalangan pesantren. Maka khasanah keilmuan pesantren akan terus bertambah, akan terus berkembang. Kita sebagai santrinya KH Sahal Mahfud yang produktif menulis dan melahirkan karya fenomenal Fiqh Sosial, kita harus bisa mengikuti jejaknya,”jelas M. Iqbal Dawami kepada seluruh santri Putra Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen

            Untuk menjadi penulis yang produktif santri-santri harus membiasakan menulis setiap hari, minimal menulis di buku harian. Ia menambahkan, bahwa menulis perlu usaha konsisten dan istiqomah agar melahirkan karya-karya berkualitas,”Tanpa itu semua sulit dibayangkan akan berhasil,”tuturnya.

            Zaki salah satu Santri yang menjadi peserta mengemukakan, “Saya ketika akan memulai menulis di pikiran seakan-akan sudah ada gambaran yang akan saya tuliskan, akan tetapi ketika di hadapkan dengan pena dan buku kosong, saya kebingungan mau menulis apa,” jelasnya

            “Kendala orang yang akan menulis ya seperti itu, hal tersebut di sebabkan oleh kurangnya bacaan yang di konsumsi, padahal penulis tanpa membaca itu tidak akan bisa, membaca dan menulis harus beriringan karena keduanya adalah dua mata koin yang tidak dapat di pisahkan. Untuk membiaskan menulis alangkah baiknya kita menulis kegiatan keseharian kita, di sekolah, di pesantren, di rumah dan berinteraksi dengan teman-teman pondok, tulis saja dengan pikiran nanti di benahi dengan hati, yang terakhir adalah jangan lupa membaca karya-karya penulis yang sudah terkenal,”pungkas M. Iqbal Dawami.(red)