LAKPESDAM Ajarkan Berkebun di Lahan Sempit

LAKPESDAM Ajarkan Berkebun di Lahan Sempit

Admin
Kamis, 03 Desember 2015


Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Devisi Litbang telah mengajarkan bagaimana berkebun di lahan sempit serta menggunakan barang-barang bekas sebagai tempat media tanam. Hal ini di lakukan untuk mengurangi sampah.
            “Seandainya semua rumah tangga mau menggunakan plastik bekas minyak goreng atau pun yang lainnya sebagai media tanam, maka tak perlu lagi membeli polibek untuk menawan sayuran seperti sledri, sawi, kangkung, bayam, cabe dan lain sebagainya.”jelas Siswanto Penjab Devisi Litbang Lakpesdam.
            Dalam memperkenalkan berkebun di lahan sempit dan menggunakan media tanam dari bahan-bahan bekas untuk sedikit mengurangi penumpukan sampah yang semakin hari selalu bertambah ruah.
“Kami dari Lakpesdam membuat percontohan di rumah-rumah  pengurus terlebih dahulu hal tersebut di lakukan agar masyarakat sekitar mau meniru dengan apa yang telah ada pembuktian. Untuk kali ini rumahnya Khoirun Niam  di desa Plukaran Gembong Pati, yaitu pengurus Lakpesdam dari Devisi Kajian dan Penerbitan sebagai tempat percontohan, menanam sledri di media tanam dari plastik bekas.”ujar Ratna Andi Irawan Ketua Lakpesdam NU Pati
            Kedepannya masyarakat Pati bisa berkebun sendiri di lahan sempit, hal itu dapat di lakukan di depan rumah atau pun samping rumah. Tidak perlu media tanamnya melainkan dapat menggunakan bahan bekas dari rumah tangga. Dengan demikian kita dapat mengurangi penumpukan sampah dan lagi sedikit mengurangi anggaran dapur, karena sawi, sledri, kangkung, bayam, cabe dapat di petik dari kebun sendiri.
            Siswanto menambahkan dalam waktu dekat ini Lakpesdam akan mengadakan pelatihan tentang menumpuk rupiah dari sampah yaitu sebuah pelatihan yang memberikan pemahaman apabila sampah bisa bernilai ekonomis apabila kita mengetahui cara mengelolanya. (ni)