Sepenuh Hati Mencintai-Nya

Sepenuh Hati Mencintai-Nya

Admin
Kamis, 03 September 2015


Dalam buku karya Yadi Saeful Hidayat yang berjudul “Aku Jauh Engkau Jauh, Aku Dekat Engkau Dekat” penulis mencoba menyuguhkan agar manusia mampu menepis segala keraguan atas nikmat iman yang telah di berikan oleh-Nya serta mampu mencintai Allah secara tulus dan mendahalukan segala urusan agama Allah ketimbang urusan lainnya. Allah telah menjanjikan kepada hamba-Nya yang mencintai-Nya sepenuh hati akan di berikan surga dan kenikmatan yang tak pernah di rasakan ketika berada di dunia.
“Duhai Allah ! Karuniakanlah kepadaku kebijaksanaan, pertemukanlah aku dengan orang-orang saleh, jadikanlah aku jujur kepada orang lain, masukkanlah ke surge-Mu yang penuh kenikmatan, dan janganlah Engkau hinakan aku pada Hari Kebangkitan. Hari ketika tak berguna sama sekali harta dan keturunan yang kumiliki, kecuali ia yang menghadap kepada Allah dengan hati bersih. Amin”
            Pada hakikatnya manusia di lahirkan ke dunia sebagai khalifah yang harus menegakkan dan menyebarkan agama Allah dengan benar dan sesuai syariat yang telah di ajarkan dalam al-Quran. Akan tetapi dalam perjalanan menegakkan agama Allah tentunya akan melewati berbagai rintangan dan cobaaan silih berganti. Hanya keyakinan atas Kun-Nyalah yang mampu untuk menepis  semua itu tanpa adanya keraguan yang di timbulkan dalam hati.
Janji Allah seperti yang termaktub dalam Surah Fushilat(41) ayat 30-31, Allah mengungkapkan hal ini dengan sangat indah,” Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah,”kemudian mereka meneguhkannpenderian mereka, maka malaikat kan turun kepada mereka dan mengatakan,”Janganlah kamu takut dan merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan  Allah.”Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; didalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.
            Semisal ada sebuah contoh, ada seseorang yang ingin membeli rumah, tapi di sisi lain orang tersebut mempunyai keinginan mulia untuk memberangkatkan ibunya menunaikan ibadah umrah. Ia bingung, mana dulu yang harus ia prioritaskan. Akhirnya ia tetap membeli rumah dan tetap mengumrahkan ibunya. Lalu apa yang terjadi? Allah telah mempermudahkan jalan orang tersebut dengen Kun-Nya. ( hal 156).
            Dari kisah di atas dapat kita simpulkan bahwa apabila seorang hamba dengan keyakinan atas segala karunia-Nya dan terrhadap janji-janji Allah maka orang tersebut akan mendapatkan jalan yang sangat mudah serta tak di duga-duga bahkan tak terpikirkan sebelumnya. Melalui kisah tersebut telah mengajarkan kita untuk selalu tulus dan ikhlas di dalam menjalankan agama Allah.
            Lebih dari itu, tulus dan ikhlas untuk melakukan penghambaan kita kepada Allah adalah kemestian yang tidak bisa di tawar-tawar yaitu melalui “Kerjakan shalat, sempurnakan zakat, berbuat baiklah kepada orang tua, hormatilah tetangga.” Setelah itu baru menghamba kepada Allah penuh dengan ketulusan cinta,”Ya Allah, aku ingin selalu dekat dengan-Mu. Aku begitu mengharaapkan cinta dan kasih sayang-Mu”(hal 159)
            Penulis buku ini telah mampu menyuguhkan sesuatu sederhana akan tetapi mampu membawa setiap hamba untuk selalu menghamba kepada yang Esa dengan seutuhnya. Buku ini bisa dikatakan sebagai air dalam lautan padang pasir yang tak terjangkau jauhnya. Banyak hikmah dan pesan yang terkandung di dalam buku karya Yadi Saeful Hidayat.

Judul                : Aku Jauh Engkau Jauh, Aku Dekat Engkau Dekat
Penulis             : Yadi Saeful Hidayat
Penerbit           : Mizania
Tahun terbit     :  II, Mei 2014
Tebal               :  234 h
ISBN               : 978-602-1337-05-9
Peresensi         : Mirza Sastroatmojdo (Tinggal di Yogyakarta)