Belajar Menjadi Bijaksana

Belajar Menjadi Bijaksana

Admin
Selasa, 06 Januari 2015

            Sejak manusia lahir ke dunia sudah dibekali dengan akal dan pikiran, untuk membedakan dari makhluk Tuhan lainnya. Sehingga manusia adalah sebagai makhluk Allah yang paling sempurna. Meskipun,kesempurnaan manusia jarang  digunakan sebagai mana mestinya. Ironis jika ada manusia dengan kesempurnaanya tak bisa menolong sesamanya. Bukankah sebaik-baik manusia itu yang bermanfaat untuk orang lain.
            M. Iqbal Dawami penulis senior, melalui buku terbarunya yaitu Hidup, Cinta, dan bahagia; telah memberikan angin segar serta perenungan akan nikmatnya hidup yang seringkali kita anggap sulit. Padahal kesulitan dan berbagai macam masalah yang sering kita hadapi tak lain muncul dari pikiran kita sendiri. Berbeda dengan orang yang memahami apabila hidup di dunia hanya sementara saja. Dengan berfikir seperti itu, hidup kita akan penuh makna dan bahagia. Karena makna dalam hidup adalah hal yang penting yang akan menjadikan kita merasa berharga.
            Sejenak saja, apabila kita mau merenungkan tentang kondisi apapun yang telah di berikan  Allah dengan merima dengan cinta maka hari-hari yang kita jalani akan bahagia. Sebab manusia lahir ke dunia mengemban misi dari Allah yaitu sebagai khalifah di muka bumi sekaligus hamba-Nya. Kedua misi inilah yang harus kita pegang baik-baik. Tuhan juga memberi kebebasan bagi hamba-Nya untuk “menerjemahkan” bentuk peran khalifah manusia. Anda bisa menjadi pejabat, guru, ustadz, petani, driver, pengusahan, dan lain-lain. Intinya, Anda boleh menjadi apa saja sesuai kondisi Anda saat ini. Itulah sebagi bentuk ekspresi khalifah di muka bumi. (hlm 71)
            Dengan menyadari apabila profesi apa pun yang sedang kita jalani saat ini adalah dari Allah. Maka pikiran kita akan lebih tenang dalam menjalani kehidupan. Karena hidup  bahagia adalah pilihan. Diri sendirilah yang menentukan bahagia dan tidaknya.Bersyukur adalah kunci awal agar kita bisa bahagia atas kondisi yang ada.
           Dalam buku ini juga menceritakan bagaimana ketika Pak Lintang hampir putus asa dengan penyakit kankernya. Pak Lim sebagai sahabatnya selalu memberi dorongan semangat. Kata-katanya begitu menyengat.” Anda harus kuat, Bro. jangan menyerah pada penyakit itu. Anda harus hidup. Enak saja mati duluan. Anak istrmu, siapa nanti yang memberi nafkah? Apalagi istrimu sedang hamil. Ayo, kamu harus sehat, kamu harus hidup, demi diri kamu, demi orang-orang yang kamu cintai.”(hlm 81)
           Penulis mencoba mereka kehidupan sehari-hari yang sederhana menjadi sebuah renungan yang menggelikan. Dari beberapa buku karya penulis sebelumnya seperti Anak Kecil mengubah Dunia (2010) Makin Kaya dan Bahagia dengan Keajaiban Memberi (2010), kisah kehidupan yang di ceritakan dalam buku sangat inspiratif.  Semisal kisah sederhana dengan keluarga dan anak-anak kita. Apabila kita mau merenungkan keseharian kita, maka hal itu akan menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk melatih menjadi bijaksana, dalam bersikap atau pun berkata kepada sesama.
         Orang yang mampu mensyukuri hidup yang di jalaninya adalah orang  hebat penuh dengan keajaiban, seperti kata-kata Thich Nhat Hanh seorang Buddhis, “Orang sering kali menganggap berjalan di atas air ata udara adalah suatu keajaiban. Padahal, keajaiban yang sesungguhnya adalah saat berjalan di atas bumi.  Setiap hari kita bersentuhan dengan keajaiban yang tak kita sadari; lamgit biru, awan putih, dedaunan hijau, warna hitam, keindahan dari mat ank-anak-kedua bola mata kita. Semua itu adalah keajaiban.”(146).
         Cinta adalah sumber kebahagian yang utama. Apabila kita mampu memberikan cinta kepada setiap orang sesuai dengan kadarnya masing-masing. Sedih dan beratnya menjalani kehidupan akan terasa ringan. Dalam tanda kutip, apabila kita mampu menebarkan cinta dengan penuh kebijaksanaan. Buku ini telah merekam berbagai lini kehidupan, tentang kisah-kisahnya yang sangat menyetuh dan menginspirasi. Terlepas dari kekurangan buku ini, karya terbaru penulis senior ini layak menjadi konsumsi menambah gizi dalam pikiran kita. Selamat membaca.
( Niam At-Majha; Penulis adalah pendiri Rumah Buku Kita).


Judul                : Hidup, Cinta, dan Bahagia
Penulis             : M. Iqbal Dawami
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit    : Desember, 2014
Tebal               : 160 hlm
ISBN               : 978-602-03-1144-9